ads 728 X 90

Breaking News

Satpol PP Sumenep Kebingungan Tangani Orgil Bawah Umur Yang Selalu Ludahi Mobil Bupati


Foto: Ilustrasi

MEMO online, Sumenep - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku kebingungan mengatasi orang gila (orgil), yang pernah ludahi mobil Bupati Sumenep, A Busyro Karim.


Hal itu dikarenakan, meski sudah beberapa kali diamankan, namun tetap saja orgil tersebut berkeliaran di jalan raya.

"Sudah tiga kali kami amankan, tapi tetap saja berjalan dan berkeliaran," kata  Fajar Rahman, Kasatpol PP Sumenep.

Menurut Rahman, orgil yang pernah meludahi mobil Bupati tersebutu masih berusia muda dan tergolong berusia dibawah umur. Dan biasanya dia selalu mangkal di jalan raya dekat lampu merah.

“Waktu pertama kali diamankan, diserahkan langsung kepada keluarganya. Dan keluarganya bilang terima kasih, karena memang sudah lama anak tersebut dicari, namun tidak ketemu,” paparnya.

Menurut keluarganya, anak tersebut memang sudah lama mengalami penyakit jiwa (stres). Dan kami selaku petugas, meminta keluarganya agar tidak dikasih i kalau mau jalan lagi.

Namun setelah beberapa hari ditangkap dan diserahkan pada keluarganya, pihaknya mengaku kembali ditelpon oleh ajudan Bupati Sumenep, karena orgil tersebut kembali meludahi mobil Bupati.

“Karena ditelepon ajudan, ya kami perintahkan anggota untuk mencari dan menangkapnya,” paparnya.

Setelah diamankan pemuda tersebut diserahkan kepada orang tuanya. Kali ini penyerahan itu yang ke dua kalinya. Pasukan Penegak Perda menyarankan agar keluarganya memperketat pengawasan sehingga tidak lagi berjalan ke jalan raya.

“Karena dia mengganggu ketertiban umum, terutama bagi pengendara. Dan saat itu langsung digundul," jelasnya.

Upaya menghalangi agar tidak berjalan oleh keluarganya itu rupanya tidak berhasil. Karena selang beberapa waktu, Fajar mengaku mendapat telepon kembali dari salah satu staf Anggota DPR RI. Katanya, ada orgil yang menepuk body mobilnya.

Setelah itu Pol PP kembali mencari orgil dan ditemukan di dekat pertokoan saat bersembunyi. Saat itu pemuda yang sering membuat ulah diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos). Harapannya agar diberi pembinaan dengan cara direhabilitasi.

Namun, beberapa waktu setelah diserahkan sambung Fajar, dirinya kembali mendapat laporan jika ada pemuda yang "ngamuk" di jala raya. Setelah diketahui ternyata orang yang sama dengan pemuda yang sering diamankan.

"Padahal saya sudah bilang, pemuda ini sering kami amankan ke Dinsos. Mestinya Dinsos memfasilitasi agar direhabilitas, bauk di Menur, Malang atau Sidoarjo," pungkasnya. (Ita/diens)

No comments