ads 728 X 90

Breaking News

Soal Ambulance Muat Keramik, Fathoni Bilang Tak Masalah, Komisi IV: Itu Pelanggaran


MEMO online, Sumenep – Meski Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Fathoni, bilang mobil ambulance muat keramik tak masalah, namun Sekretaris Komisi IV DPRD setempat Imran, bilang itu ‘pelanggaran’.


Sebab menurutnya, mobil dengan tulisan ambulance itu, menerangkan jika kendaraan tersebut untuk membawa peralatan medis kepada pasien di luar rumah sakit, atau memindahkan pasien ke rumah sakit lain untuk perawatan lebih lanjut.

"Jadi jika muat selain pasien atau peralatan medis itu pelanggaran," katanya, saat dikonfirmasi media ini, Jum’at (24/11/2017).

Politisi asal Kepulauan Sumenep itu mengungkapkan persoalan serupa sering terjadi. Sehingga Komisi IV sempat menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk dimintai klarifikasi.

"Saya pernah sampaikan dalam rapat komisi, mobil ambulance selain memuat pasien itu masuk penyalahgunaan," terangnya.

Ditanya apakah mobil ambulance diperbolehkan digunakan untuk kepentingan kantor selain berhubungan dengan medis?, Imran bersikukuh tidak boleh. Menurutnya, apapun alasannya jika digunakan diluar ketentuan yang berlaku tetap masuk penyalahgunaan.

Oleh seba itu, dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinkes Sumenep, dr A Fatoni dan juga Kepala UPT Puskesmas untuk dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu Komisi IV memastikan akan merekomendasi agar yang menyalahgunakan diberi sanksi tegas.

"Pasti kami panggil, tapi kalau untuk sanksi itu nanti," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, mobil ambulance yang diduga milik Puskesmas Lenteng diketahui sedang digunakan mengangkut keramik.  Dan tertangkap kamera wartawan saat menaikan keramik kedalam mobil dengan nomor Polisi M 8033 VP di jalan Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Rabu, 22 November 2017 sekitar pukul 16.00 Wib.

Hal itu dibernarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumenep dr. A Fatoni. Namun, dirinya tidak mempermasalahkan karena mobil plat merah tersebut dinilai multi fungsi.

"Itu nggak apa-apa,  karena ambulance bukan hanya untuk mengangkut mayat atau orang sakit," katanya.

Fathoni menambahkan, saat itu mobil ambulance sedang membawa orang sakit, sepulang dari tugas pulangnya mengangkut keramik. 

"Kebetulan bawa orang sakit. Nah, soal keramik itu nggak masalah apalagi mau dipasang dirumah praktek dokter," tegasnya. (Ita/diens)

No comments