ads 728 X 90

Breaking News

Tahun 2020, Pulau Gili Iyang Ditarget Bebas Polusi


MEMO online, Sumenep - Pasca beroperasinya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Gili Iyang (Pulau Oksigen), Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, diprediksi berdampak nigative pada pemilik kendaraan bermotor.


Pasalanya, pemerintah mencanangkan pulau yang terkenal memiliki oksigen terbaik ke dua dunia, bebas dari polusi.

Sehingga masyarakat setempat, harus merelakan kendaraan bermotornya, dan akan diganti sepeda angin atau sepeda motor elektrik.

"Tahun 2020 sepeda yang pakek bensin harus hilang semua, dan akan diganti sepeda elektrik," kata H Mathur, Kepala Desa Banra'as.

Upaya tersebut kata Mathur akan dilakukan  untuk menjaga kwaalitas atau kadar oksigen yang ada di daerah itu.

Sebab sebagaimana catatan hasil penelitian LAPAN pada 2006, menunjukkan kadar oksigen di Pulau Giliyang berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal.

Selain itu, pemberlakuan sepeda motor elektrik adalah untuk memanfaatkan adanya listrik di Gili Iyang. Sebab saat ini PLTD di pulau Gili Iyang telah resmi beroperasi, sejak  Jum'at, (10/11/ 2017).

Sementara untuk pengadaan motor listrik secara masaal, pihak desa nantinya akan berkonsultasi dengan PLN dan Pemerintah daerah.

"Memang butuh motor listrik, tapi pemanfaatannya kami masih tunggu. Apakah pihak PLN sendiri yang mengadakan atau  pemerintah daerah atau kami," Paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep H Masdawi mendorong rencana tersebut. Saat ini di Pulau Gili Iyang telah ada dua unit motor elektrik.

Saat ini motor elektrik di Kabupaten Sumenep sudab mulai dipasarkan. Kekuatannya bisa menempuh 60 Km satu kali cas (isi bateri).

"Memang ini harus dianggarkan dan diprogramkan. Ini demi memelihara kadad oksigen di sini (pulau giliyang)," jelasnya.

Selain memprogramkan pengadaan motor elektrik, pihaknya juga akan memprogramkan pengadaan kereta elektrik. Itu untuk menunjang wisata kedepan.

"Kereta elektrik harus ada," jelasnya.

Wakil Bupati Sumenep Ach Fauzi menyanbut baik gagasan tersebut.

"Memang pembanguna destinasi wisata ini harus memerlukan dukungan dari semua pihak. Kami mendukunh itu (pengoperasian motor elektrik)," katanya.

Pengusaha muda itu juga mendorong adanya kereta elektrik. Bahkan dirinya mengaku telah lama berencana membangun kereta gantung di Giliyang.

Uapaya tersebut, kata Fauzi untuk mensukseskan agenda besar pemerintah daerah dibidang wisata, yakni Visit 2018.

"Giliyang potensi wisatanya cukup bagus, dan butuh pengelolaan yang bagus pula. Apalagi Giliyang bagian dari wajah sumenep kedepan," tegasnya. (Ita/diens)

No comments