ads 728 X 90

Breaking News

Tanpa Pemberitahuan, Sosialisasi Penerbitan SK PJ Kades Guluk-Guluk Jadi Perbincangan


MEMO online, Sumenep – Saat ini, penerbitan SK PJ Kepala Desa (Kades) Guluk – Guluk oleh Sutrisno camat Guluk – Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di tengah – tengah masyarakat.


Pasalnya, penerbitan SK PJ Kades oleh Camat Sutrisno kepada Essur, dinilai  kurang etis. Sebab, Camat Sutrisno, menerbitkan SK PJ Kades tersebut, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada aparat desa setempat.

Sementara terungkapnya penerbitan SK PJ Kades Guluk – Guluk yang diduga dilakukan secara sembunyi – sembunyi oleh  Camat Sutrisno, setelah Sutrisno mengumumkan pada saat ada rapat di kantor kecamatan, dan menyatakan, jika  Essur, sudah resmi sebagai Penjabat Kepala Desa.

“Mendengar penetapan Essur sebagap PJ Kades, tentu saja kami sangat terkejut, dan bertanya – tanya terhadap keputusan pak camat yang sepihak itu. Kami disini kan perangat desa, masak pensosialisasian SK PJ gak ada undangan untuk kami,” sesal kata Ach Wail, mantan Sekdes Guluk – Guluk, Selasa (21/11/2017).

Oleh karenanya, pihaknya menilai pensosialisasian SK PJ Kades yang di keluarkan pada 13 November 2017, oleh camat Sutrisno dinilai kurang etis.

Sebab menurut Ach Wail, pensosialisasian SK PJ Kades oleh camat tidak ada satu perangkat desa pun yang mengetahui. Camat Sutrisno terkesan sengaja mensosialisasikan SK PJ kades secara sembunyi – sembunyi, tanpa melibatkan perangkat desa terkait.

“Cara pak camat itu kurang etis sekali. Masak melakukan sosialisasi penerbitan SK PJ Kades tanpa satu perangatpun yang di undang,” papar Ach Wail.

Padahal, tambah Wail, sosialisasi penerbitan SK PJ termasuk hal penting, yang harus di ketahui semua masyarakat maupun perangkat desa setempat.

“Pemberian SK PJ itu termasuk hal yang prinsip menurut saya, ini desa dan semua ada tatakramanya,” pungkas mantan Sekdes Guluk – Guluk itu.

Sementara Camat Sutrisno saat dikonfirmasi melalui nomor hand phonnya, terdengar nada ‘nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi’. (Rasyidi/diens)

No comments