ads 728 X 90

Breaking News

Terbentur SE KPU RI, Posisi Ketua KPU Sumenep Terancam


MEMO online, Sumenep – Munculnya Surat Edaran KPU RI nomor 666 tahun 2017 perihal pengunduran diri anggota KPU dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan, mengancam posisi Ketua KPU Sumenep.


Sebab, A. Warits yang saat masih aktif menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga menjabat sebagai Sekretaris PC NU setempat.

Sehingga mau tidak mau, Ketua KPU Sumenep memilih salah satu diantara dua jabatan yang sedang ia pegang saat ini.

"Sebagai warga negara yang baik, saya siap untuk melaksanakan SE KPU RI, karena itu memang amanah undang-undang. Tapi apakah saya mundur dari ormas atau justru dari KPU, saya masih menunggu perintah kiai," kata Warits.

Sebab, SE KPU RI tersebut diterbitkan berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 21 ayat (1) huruf k, semua komisioner KPU/ Komisi Indipenden Pemilihan (KIP) Provinsi dan kota/ kabupaten yang aktif dalam kepengurusan ormas, baik berbadan hukum maupun tidak, agar mengundurkan diri dari kepengurusan ormas tersebut.

"Karena saya menjadi komisioner KPU atas ijin Kyai. Jadi sekarang saya juga harus menunggu 'fatwa' kyai, apakah saya tetap di KPU atau NU. Kalau ternyata saya diputuskan mundur dari KPU dan tetap diminta menjadi Sekretaris NU, saya juga siap," tegasnya.

Sementara untuk komisioner lainnya, menurut Warits, bergantung pada keputusan masing-masing individu. Semuanya berhak untuk memutuskan, apakah akan tetap di KPU dan mundur dari kepengurusan ormas, atau sebaliknya.

"Itu hak masing-masing individu komisioner. Semua komisioner di KPU Sumenep merupakan pengurus ormas. Tapi kami semua siap untuk mentaati SE itu. Masih ada waktu 1 bulan lebih untuk menyerahkan surat pengunduran diri," terangnya. (Udiens)

No comments