ads 728 X 90

Breaking News

Terkait Kasus Penelantaran Pasien, Sejumlah Wartawan Muara Enim Geruduk Kantor DPRD


MEMO online, Muara Enim - Sejumlah insan pers baik cetak maupun online yang bertugas di Kabupaten Muara Enim,  menemui komisi IV DPRD setempat, Kamis (16/11/2017).


Sejumlah wartawan tersebut ingin mempertanyakan dugaan kasus penelantaran pasien atas nama Deky (26), warga Desa Kepur, Kecamatan/Kabupaten Muara Enim, yang menemui jalan buntu.

Sebab saat ini, kasus penelantaran Deky, oleh IGD RSUD Dr HM RABAIN pada hari senin (06/11/2017) lalu, viral di sosial media (sosmed).

Apalagi, sesuai informasi yang di himpun media di lapangan, di ketahui jika Deky yang merupakan pasien luka parah di tanganya, dan di larikan ke IGD RSUD  Rabain Muara Enim, diduga tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana SOP alias (ditelantarkan). 

Dalam kasus tersebut diduga ada oknum dokter, yang bertugas meminta uang bayaran pengobatan terlebih dahulu kepada pasien, sebelum melakukan pengobatan.

“Kasus inilah yang kemudian menjadi topik, dan di pertanyakan awak media ke komisi IV DPRD Muara Enim,” kata salah satu wartawan, yang meminta namanya tidak disebut.

Selain itu, lambannya menajemen RSUD dalam menyelsaikan kasus tersebut, membuat masyarakat bertanya – tanya, karena berita tersebut sudah beredar di media sosial.

“Masyarakat bertanya – tanya, apakah benar berita yang dirilis media itu atau berira HOAX. Makanya kita tindak lanjuti kasus itu ke sini,” paparnya.

Apalagi dalam kasus itu, dokter yang diduga menolak pasien tersebut memfosting klarifikasinya di medsos facebook.

“Sehingga profesi kita di cemooh pada kolom komentarnya, wajar saja jika teman – teman yang komentar aneh – aneh di medsos, karena mereka tidak tahu masalah yang sebenarnya,” paparnya.

Oleh sebab itu, para jurnalis yang bertugas di Muara Enim, kecewa dengan manajemen rumah sakit. Karena sebelumnya mereka sudah pernah menemui dan sudah diveritakan kasus yang sebenarnya.

“Kami juga  sempat pending pemberitaan selama dua hari, agar ada pnjelasan secara resmi terkait kasus tersebut dari rumah sakit,” sesalnya.

Sementara itu perwakilan dari komisi IV DPRD Muara Enim Misran. SAg, mengatakan, bahwa kalau hal ini memang benar adanya, maka oknum dokter tersebut sudah menyalahi aturan.

“Tentunya ini sangat disayangkan, di mana ada dokter yang tidak mengerti akan tugas, dan mekanisme dalam melayani pasien. Seharusnya seorang dokter cekatan dan reaktif jika ada pasien yang sedang  mebutuhkan pertolongan segera,” kata Misran.

“Saya mewakili teman – teman di komisi IV mengucapkan terimakasih kepada rekan wartawan atas temuan ini. Secepatnya akan kita panggil Direktur RSUD,” pungkasnya. (Syam/diens)

No comments