ads 728 X 90

Breaking News

Terkait Penetapan Tersangka Kasus Pasar Pragaan, Polres Sumenep Masih Tunggu Keterangan Saksi Ahli


MEMO online, Sumenep – Meski status perkara dugaan tindak pidana korupsi renovasi Pasar Tradisional Pragaan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah lama dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan, namun, hingga awal November 2017 Polres setempat belum menetapkan tersangkanya.


Kepolres Sumenep AKBP H Joseph Ananta Pinora saat dikonfirmasi wartawan terkait perkara yang dilaporkan tahun 2014 lalu itu, membenarkan jika hingga saat ini belum ada tersangkanya.

Sebab, sampai saat ini Polres Sumenep masih menunggu keterangan saksi ahli, terkait perkara yang sedang ditangani.

"Ada tiga ahli yang kami mintai keterangan," kata Kapolres Sumenep AKBP H Joseph Ananta Pinora.

Salah satu dari tiga saksi ahli itu berasal dari kalangan akademisi, yakni dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Secara adminitrasi lanjut Pinora permohonan keterangan ke tiga ahli sudah dilayangkan sejak beberapa waktu lalu.

"Sudah lama surat dilayangkan ke UNAIR, sekitar setengah bulan lalu. Kami masi menunggu surat balasan," paparnya.

Selain itu kata Pinora untuk menetapkan tersangka penyidik menunggu hasil audit keuangan dari badan pemeriksa keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Karena meski sudah lama diproses, namun hasil audit belum selesai.

Dalam kasus ini penyidik Polres Sumenep telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi, termasuk Kepala Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag) selaku pengguna anggaran (PA) dan sejumlah pihak terkait di Disperindag Sumenep.

Tim penyidik juga dikabarkan telah meminta keterangan kepada konsultan proyek renovasi pasar tradisional terbesar di wilayah barat Kabupaten Sumenep itu.

Selain itu, penyidik mengklaim telah melakukan audit investigasi dibidang kontruksi. Audit itu dilakukan oleh tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Hasilnya tim menemikan potensi kerugian negara sekitar Rp 420 juta.

"Proses penyidikan tetap berjalan, jika pidananya masuk dan berkasnya lengkap segera kami ajuka ke Kejaksaan," tegasnya.

Renovasi Pasar Pragaan dianggarkan melalui dana APBD 2014 senilai Rp 2,5 miliyar. Pekerjaan itu diduga tidak sesuai spek. Salah satunya pada paving dan pada pembangunan los pasar, yakni pada kuda kuda los, yang diduga menggunakan kayu lokal. Saat ini sebagian pasar sudah rusak. (Ita/diens)


No comments