ads 728 X 90

Breaking News

Tingkatkan Swasembada Pangan Babinsa Dasuk Bantu Petani Jagung Pasang Pupuk


MEMO online, Sumenep – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan sesuai yang di Intruksikan oleh pemerintah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda M. Umar Koramil Koramil 0827/12 Dasuk, membantu petani memupuk tanaman jagungnya, yang rata-rata berumur 100-110 hari,  Minggu, (12/11/2017).


Hal itu dilakukan, guna meningkatkan hasil panen agar program Swasembada atau Ketahanan Pangan yang dicanangkan pemerintah sukses.

"Dengan rentang umur yang tak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung nantinya," kata Serda M. Umar.

Apalagi, mayoritas jagung yang dibudidayakan para petani, ditanam secara monokultur atau dengan metode tumpang sari.

Bapak H. Rofik salah satu ketua Kelompok Tani "An Naja" Dusun Balang, Desa  Nyapar Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjelaskan bahwa Jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam.

Karena pemupukan dasar diawal masa tanam berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Pemupukan tanaman jagung ini berlangsung selama masa tanam. Babinsa pendamping, Serda M. Umar sangat antusias memotivasi para petani untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan tanamannya.

"Ini membuat suplai nutrisi dari alam kurang mencukupi, sebab hara dari tumbuhan lain berkurang dan terjadi kompetisi antar tanaman," Kata Serda M. Umar.

Sebab saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung, setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan.

“Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi," pungkasnya. (Udiens)

No comments