ads 728 X 90

Breaking News

Kapolres Sumenep Risih Ditulis 'Bekingi' Debt Collector


MEMO online, Sumenep - Terkait penyitaan sejumlah kendaraan milik kreditur oleh debt collector leasing FIF yang di 'bekingi'' anggota Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur,  di sejumlah Kecamatan beberapa waktu lalu, menjadi perbincangan hangat, dan meresahkan bagi masyarakat.


Oleh sebab itu, Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnaen, menjelaskan prihal beking/pengamanan oleh anggota Polres setempat.

Menurutnya, aksi pengamanan yang dilakukan anggota Polres Sumenep  tersebut, sudah sesuai prosedur. Sebab, dokumen pengajuan bantuan mendampingan terhadap leasing FIF untuk melakukan penyitaan kendaraan sudah lengkap.

"Ada surat pengajuan permohonan pendampingan dari FIF Sumenep, dokumennya lengkap, maka dari itu, kami membantu," terangnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (2/1/2017).

Bahkan dalam pertemuannya dengan sejumlah wartawan, Kapolres mengakui jika pihaknya memang mengeluarkan surat perintah (SP) pada anak buahnya, agar melakukan pendampingan.

"Sekarang begini, sampean sebagai masyarakat, butuh pendampingan, menyampaikan permohonan kepada kita (Polisi), karena dianggap perlu dibantu, ya kami bantu, saya keluarkan surat perintah," imbuhnya.

Namun, Kapolres Sumenep tampaknya risih dengan pertanyaan wartawan tentang istilah 'Backing', baginya istilah backing, seolah melindungi sesuatu yang tidak benar.

"Coba ini bahasanya jangan 'membekingi', karena kesannya polisi itu memback-up sesuatu yang tidak benar, backing-backing apa ini, masalah yang mana ini," kata dia.

Lebih lanjut, disoal urusan kelengkapan berkas yang diajukan pihak leasing kepada Kepolisian Resort setempat, Kapolres hanya menjelaskan sudah lengkap dan sesuai prosedur.

Namun, pihaknya enggan membeberkan secara detil berkas apa saja yang diajukan. Dan pihaknya memilih menjawab lengkap dan bisa mendapatkan pendampingan penyitaan kendaraan milik kreditur.

"Iya sudah lengkap, urusan detilnya seperti apa, nanti biar Reskrim yang menjelaskan," tegasnya lagi.

Sebelumnya, korban perampasan perusahaan leasing kendaraan bermotor mendatangi Mapolres Sumenep, dan melaporkan peristiwa yang dialaminya, Jum'at (29/12/2017) lalu.

Sebagaimana keterangan yang dihimpun media dari korban perampasan, mengatakan jika pelaporan kasus pengambilan atau perampasan sepeda motornya, yang di lalukan oleh FIF Kamis siang kemarin (28/12), dibekingi oknum anggota polisi.

Meski peristiwa perampasan tersebut terjadi tidak di satu tempat, namun korban menuturkan jika ada 7 perampasan kendaraan bermotor oleh kawanan debt collector, dihari yang sama.

"Hari ini baru kami berdua yang melakukan laporan atas perampasan sepeda motor itu," kata Andi (35), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Menurutnya sepeda motornya diambil dirumahnya oleh pihak FIF yang mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Dari kontrak sebanyak 33 kali kredit selama tiga tahun tinggal 16 kali pembayaran.

"Nunggak 3 bulan dan kemarin sudah mau dibayari namun tetap tidak boleh dan sepeda motor saya tetap dibawa ke FIF dan nyatanya sekarang malah semakin ruwet," terangnya.

Sementara itu, salah satu korban perampasan motor lainnya Winda (28), asal Desa Paberrasan Kota mengatakan, motornya dirampas dan digiring oleh dept collector dari Desa Kebunagung ke Kantor FIF saat dirinya sedang bekerja/nyales.

"Saya menggadaikan BPKB mas dan masih kurang lima kali bayaran, setiap bulannya Rp 850.000, tapi nyatanya sepeda motor yang diambil," terangnya. (Ita/diens)

No comments