ads 728 X 90

Breaking News

Deklarasikan Anti Narkoba, PAC. Ansor Dungkek Dapat Apresiasi Dari Kasat Narkoba Polres Sumenep


Memoonlines.com, sumenep-Penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Tak terkecuali di Kabupaten Sumenep, khususnya Kecamatan Dungkek, melihat kebebasan pergaulan anak muda sekarang dikhawatirkan akan terjangkit bahaya barang haram tersebut.

Oleh karenanya, untuk memerangi narkoba Badan Anti Narkoba (Banar) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dungkek menggelar deklarasi Anti Narkoba bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Yayasan Anwarul Abror, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Sabtu (03/02/18).

Deklarasi itu dilaksanakan upaya memerangi penyalahgunaan narkoba yang saat ini tengah menjadi wabah mengerikan khususnya di kalangan remaja kecamatan setempat. 

Dalam sambutannya, ketua PAC. GP. Ansor Dungkek, Moh. Syarwini, menegaskan, bahwa saat ini minuman keras (miras) oplosan dan obat-obatan terlarang telah menjangkit kaula muda dari tingkat SMP dan SMA bahkan yang paling parah menyasar hingga anak SD.

"Di Kecamatan Dungkek, kasus miras oplosan sudah memprihatinkan, menjamah anak muda-mudi hingga bocah SD, untuk itu perlu kita perangi bersama," tuturnya.

Lebih lanjut, pemuda yang kembali terpilih menjabat ketua PAC. GP. Ansor Dungkek dua periode ini memaparkan. Bahwa, berbagai kasus narkoba dan sejenisnya telah mengancam kehidupan remaja saat ini. Jika terus demikian ia tidak dapat membayangkan betapa hancurnya harapan bangsa nanti. 

"Hari ini saja kita sudah melihat kenyataan mengerikan ini, apalagi ketika sudah memasuki tahun 2020 nanti, padahal pemuda adalah harapan agama, bangsa dan negara," tambahnya. 

Sementara, IPTU Jony Wahyudi Kasat Narkoba Polres Sumenep, mengatakan, Sumenep saat ini darurat narkoba, setiap tahun mengalami peningkatan. Dari itu, butuh kesadaran bersama untuk memberantas narkoba hingga ke akarnya.

"Pengedar dan pemakai khusus untuk Kabupaten Sumenep bukan hanya kalangan elit artis dan pemerintah saja, yang lebih miris lagi sudah merambah pada kalangan pemuda, baik mahasiswa maupun siswa," jelasnya.

Sebagai apresiasinya, pihaknya mengajak pengurus PAC. Ansor untuk foto bersama. Ia pun berjanji akan memberikan imbalan uang kepada pemuda dan pelajar jika mereka berani melaporkan pengedar atau pun pengguna narkoba kepada pihak berwajib hingga berhasil ditangkap beserta barang buktinya.

"Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah (polisi), namun juga semua lapisan masyarakat," paparnya, di tengah penyampaian sosialisasinya.

Kegiatan tersebut, dihadiri Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Ketua PC. Ansor Sumenep, M. Muhri Zain, Muspika, perwakilan Polsek, Koramil, Kepada Desa, dan Kepala Sekolah.

Selain itu, juga diikuti ratusan kader, pengurus Ansor dan Banser Dungkek. Serta sejumlah siswa-siswi delegasi dari lembaga se-Kecamatan setempat. 

Mereka pun tampak antusias mengikuti rangkaian acara, di antaranya; deklarasi anti narkoba, dilanjut tanda tangan bersama Pakta Integritas sebagai komitmen anti narkoba. Dan puncaknya sosialisasi bahaya narkoba. (Bed/Kris)

No comments