ads 728 X 90

Breaking News

Sejumlah Sumur Mengering, Warga Pulau Gili Raja Mulai Krisis Air Bersih

MEMO HOT's
MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak sebulan lalu persediaan air bersih di Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai habis. Sebanyak 118 sumber mata air sudah mati akibat kemarau panjang.


"Ada sekitar 118 sumur di Pulau Gili Raja kering semua. Itu mayoritas ada di Desa Banbaru dan Desa Lombang," kata warga Pulau Gili Raja Sahrul Gunawan. 

Saat ini warga di Pulau yang dihuni empat desa itu kesulitan mencari air bersih. Kondisi tersebut merupakan fenomena tahunan, setiap musim kemarau wilayah Gili Raja dipastikan kekurangan air bersih. 

"Disana hanya ada satu sumur yang bisa diambil airnya, yakni di Desa Jati, itupun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Selain itu kata Syahrul mayoritas masyarakat Giliraja membeli air bersih per mobil pickup. Harganya pun cukup fantastis. Yakni mencapai Rp 350 ribu. "Kami berharap pemerintah bisa mengurangi beban kami," harapnya.

Apalagi kata dia meski dapat bantuan Desalinasi untuk penyulingan air laut menjadi air tawar, saat ini sudah tidak berfungsi. Saat ini proyek dengan anggaran miliaran rupiah mangkrak dan menjadi sejarah baru bagi warga Gili Raja. 

"Nah bantuan itu saat ini sudah ada yang tidak bisa di manfaatkan lagi. Sehingga untuk keperluan air bersih masyarakat kewalahan," terangnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riadi mengaku belum menerima laporan terkait kekeringan di wilayah Pulau Giliraja.

Menurut Rahman, proses untuk menerima pasokan air bersih melalui BPBD itu harus melalui kepala desa setempat, kemudian melakukan laporan ke Camat dan Camat melanjutkan ke BPBD.

"Kalau sudah ada laporan nanti bisa kami proses. Tapi biasanya, untuk wilayah kepulauan kami terkendala trasnportasi," tukasnya. (Ita/diens)

No comments